Sabtu, 08 Mei 2010

Bumi dan Lukisan Tak Kunjung Usai

Seorang perempuan berdiri di perempatan jalan,
matanya sayu menjelajah arah yang harus
ia tempuh, empat jiwa yang memanggil-
manggil, empat kehidupan yang bersumpah
sehidup semati, empat nafas satu hati,
empat angin satu tujuan, empat halusinasi
dan satu lukisan.
Seorang lelaki, di depannya membentang rimba
Enigma dalam selembar kanvas,
seseorang dengan rambut menjuntai, matanya
sayu tak mampu memerangkap dirinya sendiri
kabur ke empat arah menjadi empat nafas
tapi satu hati, tergantung di sebatang
akasia. Pucat mukanya, pucat jiwanya, dan bersama
tubuhnya, terkubur pula empat wanita
satu jiwa.
Senja itu, di sebentang dongeng.
Loading...

Web_Cams_Travel