Jumat, 09 April 2010

KESEPIAN PENDERITAAN

Judul Buku : WHY DO PEOPLE SUFFER?
“Mengapa Manusia Menderita?”
Pengarang : JAMES JONES
Penerbit : KANISIUS ANGGOTA IKAPI
Tahun Terbit : 2010.
Tebal Buku : 111

KESEPIAN PENDERITAAN
Lembaran abad ke-21 baru saja dimulai, namun dengan segera, halaman-halaman penuhi dengan tragedi. Sehari setelah natal 2004, hampir setenga juta disapu oleh Glombang Tsunami asia. Di seluruh dunia, orang-orang berduka karena kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Tayangan video benar- benar menghadirkan rasa ngeri kerumah-rumah, sama pasti dengan gelombang yang menyapu bangunan-bangunan, hotel, pondok, desa-desa. Kehancuran itu tidak dipilih-pilih terhadap korbangnya, baik miskin maupun kaya. Simbol-simbol kedigdayaan ekonomi dan militer amerika dihancurkan oleh para pejuan bunu diri yang menunjukan bahwa pada saat ini peradaban dapat dijadikan sasaran terror yang tak terbayangkan.
Di sini, manusia yang bertujuan menciptakan penderitaan manusia, menimbulkan luka-luka yang mematikan terhadap diri sendiri dan terhadap musu yang lain. Banyak orang memiliki akses yang baik pada perawatan kesehatan dan konsekuensinya, untuk hidupnya lebih panjang. Namun keadaan seperti ini telah membentuk suatu sikap di dalam lingkaran yang memiliki hak istimewa. Tetapi rasa sakit dan penderitaan setiap manusia selalu menghantui. Bahkan kematian sendiri dari pandangan sebagai suatu siklus alamiah, dibicarakan dalam nada yang sunyi. Kematian merupakan suatu musuh rahasia yang telah mengambil seseorang secara tiba-tiba. Sekalipun begitu, pengalaman kematian sama seringnya dengan pengalaman manusia dilahirkan.
Penderitaan berada dalam struktur kehidupan kita. Tidak ada kehidupan tampa rasa sakit mental, fisik, emosional, entah spiritual, begitulah cara kita berada. Kesulitan yang menggangu kita entah siap dan bertahan mengadapi masalah-masalah yang akan datang kedalam hidup kita tampa bisa dihindari lagi. Meskipun lebih realitis dan lebih seat masih meningalkan pertanyaan bagi kita tentang mengapa ada penderitaan, di tempat pertama, dan bagimana bisa allah yang penuh cinta itu membiarkan dunia penderitaan yang tetap ada.
Ada suatu kesepian dalam penderitaan, itu terasa seperti seolah-olah kitalah yang satu-satunya menderita. Kita rasa orang lain baik-baik saja,dunia mereka tampak utuh hannya dunia kita sendirilah yang hancur, hidup terus berjalan bagi orang lain, hidup kita berhenti.
Buku yang berjudul Why People Suffer? Isinya sangat beragam disertai foto-foto dan kutipan-kutipan ayat dalam injil. Fotonya seperti reruntuhan menara kembar WTC,New,York, seorang wanita aceh reruntuhan rumahnya di tenggah kota banda aceh, kekeringan di Rafri, timur laut Kenya, pengunsian di pingiran sundan, dampak sebuah gempa bumi di Armenia pada tahun 1989,dll.
Membaca buku ini seolah-olah menghayati situasi nyata, ikut menyedikan dan juga merefleksi diri. Kenyataannya , dunia ini penuh derita. Cengraman penderitaan sangat kuat seolah-olah meyingkirkan keberadaan Allah. Sejatinya situasi semacam itu kita ditantang untuk selalu berani beriman kepada Allah yang baik dan penuh kasi. Mengapa Allah yang penuh kasih itu membiarkan penderitaan terjadi? Apakah Allah menciptakan kejahatan? Apakah memang tujuan Allah menciptakan dunia agar dipenuhi penderitaan? Mengapa Allah tidak bertindak sesuatu untuk menyingkirkan penderitaan?
Pertanyaan pertanyaan seperti ini terus memburu dan menghantuhi, susah menemukan jawabanya. Dalam buku Why People Suffer? Ini, James Jones membantu kita untuk satu per satu mengurai fakta penderitaan dan menemukan makna terdalam dibalik derita. Melalui buku ini, penulis mengajak dan membawa kita untuk bertemu, mengenal dan memahami Allah yang menderita. Pembaca mengajak, yang ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kunjungi buku ini!


catatan: resensi ini pernah muat di media pers mahasiswa USD

Oleh ( Yulius Pekei, Mahasiswa PBSID, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta ).
No.HP. 081392549876 Atau E-mail: yykebadabi@yahoo.com.
Loading...

Web_Cams_Travel